Hello. I'm Ine Rossy Lien Enjoy My Blog.. greeting you with love & have a good day.

Powered by Blogger.
Haiii kawans! Kali ini cuma mau cerita kalo menu asam manis ini rasanya segeerrrr banget! Buat makan siang atau malem ga masalah. Oya, waktu itu pas liat catatan menu harian ternyata ayah mintanya ikan asam manis sama sayur sop. Yaa ampunnn, perasaan gak nyambug ya kalo sama sop sayuran, jadi kepasar belinya kangkung. Haha
Yuk, siap-siap catat bahan yang belum ada di dapur kamu yaaa ;)

GURAME ASAM MANIS
gurame asam manis

Bahan :

  • 500 gr gurame, fillet dan potong-potong
  • 1 buah jeruk nipis
  • 400 gr sagu
  • minyak, untuk menggoreng

Bumbu Halus, untuk melumuri ikan :

  • 2 siung bawang putih
  • 1/4 sdt merica
  • garam, sesuai selera

Bahan Saus Asam Manis :

  • 1 buah bawang bombay, iris melintang
  • 3 siung bawang putih, cincang halus
  • 1 ruas jahe, memarkan
  • 250 ml air
  • 3 - 4 sdm saus tomat
  • 3 sdm saus sambal
  • larutan sagu, (1,5 sdm sagu ditambah sekitar 50 ml air)
  • 1 sdt gula
  • garam, sesuai selera
  • merica, sedikit saja
  • 1 buah wortel, iris memanjang seperti korek api
  • 2 buah cabai merah besar, iris memanjang seperti korek api
  • 1 batang daun bawang, potong serong atau memenjang
  • 1/2 buah nanas kecil, potong sedang & buang bagian tengahnya (Biasanya di pasar dijual buah nanas kecil dan sudah dikupas), skip kalo gak ada

Cara Membuat :
  1. Lumuri ikan dengan perasan air jeruk nipis. Sisihkan sembari membuat bumbu halus.
  2. Lumuri ikan dengan bumbu halus. Diamkan sebentar, lalu ratakan ikan dengan tepung sagu.
  3. Goreng ikan pada minyak panas hingga kuning kemasan. Angkat.
  4. Saus asam manis ;
    • Tumis bawang putih dan jahe hingga harum, masukkan bawang bombay dan tumis hingga layu. Masukkan air.
    • Masukkan saus tomat dan saus sambal Aduk rata.
    • Masukkan larutan sagu. Tambahkan gula, garam dan merica. Aduk rata hingga sedikit mengental, lalu tambahkan potongan nanas.
    • Tambahkan wortel, cabai merah, dan daun bawang. Aduk hingga matang dan mengental. Angkat.
    • Siapkan ikan gurame goreng pada piring saji dan tuangi saus asam manis.

Gurame asam manis ini enak dinikmati saat masih hangat. Ikannya masih terasa kriuk dan saus asam manisnya segar. Ikan gorengnya tanpa saus asam manis sudah terasa gurih karena dilumuri bumbu sebelumnya. Jadi jatahnya Afiyah ikan goreng nya aja, soalnya sausnya sedikit pedas. Hehe



Awal pindah ke Jawa Timur ga cocok sama makanannya. Nasi gorengnya merah, capcaynya merah. Baru tau sekarang kalo beli harus bilang jangan merah ke emang jualannya. Trus, pilihan makanannya kalo ga pecel ya soto. Duh!
Diajakin suami makan tahu campur, ga suka. Tahu tek, ga suka. Rawon, ga suka. Apalagi yaa makanan Jawa Timur..? Kesimpulannya sih, aku ga suka makanan Jawa Timur. Ga enak, ga cocok.
Eh pas pindah ke Taman Aloha, makan rawon pinggir jalan kok enak. Keterusan deh.. Hehe.. Bukanya Bentar banget. Sekitar jam 5 sore baru siap-siap buka kayaknya, trus jam setengah 8 kadang udah abis. Jam 8 udah mau tutup deh.. Padahal jualannya buanyak ada pecel juga. Tapi cepet banget ludes. Di tempat inilah aku dapet menu baru. Kalo makan pecelnya bisa pake kuah rawon, ternyata enak. Hahaha ayo cobain yang mau makan pecel minta penjualnya tambahin kuah rawon. Enak lohh. Tapi kalo penjual pecelnya ga jualan rawon juga jangan minta ditambahin ya.. Ya gengsi dikit dong, masa maunya minta mulu.. Ahaha abaikan ketidakjelasan ini!

Ternyata, aku terlalu cepat menyimpulkan. Aku cuma belum nemuin tempat makan yang pas aja :)
Di taman aloha aku makan tahu tek yang kalo jam setengah 8 malem lewat rumah, enak kok. Hehe
Damai yaa kita, hei kalian makanan-makanan Jawa Timur :D
Ternyata makanan Jawa Timur, wenak tenan rekk!!

Kenapa harus disebutin taman aloha, karena sekarang udah pindah ke komplek sebelah. maklum masih nomaden, ini sudah 3 kali pindah. Nanti kalo aku bilang lewat depan rumah, tetangga yang sekarang pada protes wong ga ada tahu tek yang enak disini. #ehh :p

Sudah-sudah bubar rumpinya.. Ayo kita masuk dapur bikin rawon aja!


RAWON
Rawon

Bahan :
  • 500 gr daging sapi
  • 1 batang serai, memarkan
  • 2 lembar daun salam
  • 5 lembar daun jeruk, buang batangnya
  • asam jawa, sedikit
  • 2 batang daun bawang, potong 1 cm
  • 7 butir bawang merah, iris tipis
  • 5 siung bawang putih, cincang halus
  • 1 sdm gula
  • 2 sdm garam
  • 2 liter air
  • 2 sdm minyak, untuk menumis
Bumbu halus :
  • kunyit, 2 ruas jari
  • lengkuas, 3 ruas jari
  • jahe, 1 ruas jari
  • temu kunci, 1 ruas jari
  • kencur, 1 ruas jari
  • 5 buah keluak
  • 1 bks terasi (aku pake terasi abc yg bungkus kecil)
Pelengkap :
  • kecambah, yang ekornya pendek
  • bawang merah goreng
  • telur asin (aku ga suka telur asin, jadi cuma pake telu rebus)
  • tempe goreng
  • kerupuk bawang
  • sambal
Cara Membuat :
  1. Rebus daging hingga empuk. Kira-kira air tinggal setengahnya, keluarkan daging dan potong-potong sesuai selera.
  2. Tumis bumbu halus, serai, daun salam, dan daun jeruk hingga harum. Angkat dan masukkan tumisan ke rebusan daging dan tambahkan asam. Aduk rata, masak hingga bumbu meresap pada daging. Tambahkan air bila perlu.
  3. Masukkan daun bawang, garam, gula. Aduk rata.
  4. Koreksi rasa, jika sudah sesuai matikan api dan sajikan.

Kadang yang jualan rawon suka ngasih potongan jeruk nipis deh.. Kok jadi kayak makan soto yaa. Hihi.. Yang biasa ada itu telur asin. Kok difoto sama resep ga kongkrit sih.. Maafkan aku ga suka telur asin. Jadi bikin telur rebus aja dehh. Ga pake telur juga gapapa kokk ga wajib itu protein semuaaa. Hehe
Cepetan pada ambil mangkoknya gih, kita makan rawon bareng-bareng mumpung masih panas..

Bulan lalu mama, papa, sama adik main ke Surabaya. Yeaayyy!! Afiyah ketemu onty, mbah uti, dan mbah akung.. Tahun ini Afiyah ga pulang ke Lampung sih, jadi aja Mbah-nya yang kesini. Hehe makasih yaa Mbah-nya Afiyah yang baik hatii.. Afiyahnya dibawain oleh-oleh kerupuk sama pempek buanyak bangettt.. Tiap hari sarapan pempek :)
Afiyah pulang-pergi sekolahnya sama Onty dehh.. Bunda di rumah nyantai-nyantai :p

Dannn mama pun bikin burgo.. Yuhhuu.. Senangnyaa pagi-pagi sarapan burgo. Lah lamo nian dak makan burgo. Terakhir tu lah 4 taon yang lalu nah.. Ckckk..
Burgo ini makanan khas Palembang. Kalo bikin pempek, tekwan, model kan pake ikan. Nah kalo bikin burgo ikannya ada di kuahya, burgonya dari tepung beras ga dicampur ikan. Tapi teteupp kan serba ada ikan makanan Palembang.

Ini dia Resep Burgo bikinan Uti nya Afiyah.. Takarannya sih pake ilmu kebatinan, disini aku bikin takaran sekira-kira mendekati lah yaa... Tenang guys, ini resep ga akan menyesatkan. InshaaAllah :)


BURGO
Burgo by My Mama :)

Bahan Burgo :
  • 2 gelas kecil tepung beras, sekitar 300 gr
  • 4 gelas air
  • sedikit garam
  • minyak, untuk olesan di loyang
Bumbu Halus :
  • 7 butir bawang merah
  • 4 butir bawang putih
  • 1/2 ruas jari jahe
  • 1 sdm ketumbar
  • 1 sdt merica
  • jintan, dikiiit aja
Bahan Kuah :
  • 250 gr udang (resep asli pake ikan gabus, karena ga ada jadi kemarin pake udang)
  • 250 ml santan instan
  • 2 lembar daun salam
  • 1 batang serai, memarkan
  • 1/2 gelas air
  • garam, secukupnya
  • gula, sedikit / secukupnya
Pelengkap :
  • telur rebus
  • kerupuk merah
  • sambal terasi
  • bawang goreng

Cara Membuat :
Kuah :
  1. Kupas udang dan dikukus. Lalu tumbuk kasar udang.
  2. Tumis bumbu halus, daun salam, dan serai hingga harum. Tambahkan air, aduk rata.
  3. Masukkan udang dan santan. Aduk sesekali hingga agak meyusut. 
  4. Masukkan gula dan garam, aduk dan koreksi rasa. Jika sudah sesuai, matikan api dan angkat.
Burgo :
  1. Campurkan bahan burgo kecuali minyak. (Masukin airnya sedikit demi sedikit, adonan jangan cair dan jangan terlalu kental)
  2. Siapkan loyang ukuran 20 x 20 cm, olesi loyang dengan minyak. Masukkan 2 sampai 3 sendok sayur adonan burgo, kukus sekitar 5 menit.
  3. Keluarkan loyang dari kukusan. Lepaskan burgo dari loyang dengan cara menggulungnya, lalu keluarkan.
  4. Masukkan lagi adonan dan kukus kembali. Lakukan hingga adonan habis.
  5. Potong-potong gulungan burgo dan pindahkan ke piring saji, Tambakan kuah dan taburkan bawang goreng. Jangan lupa sambalnya ;)
burgo


Bumbu halusnya ditambahin ebi juga oke biar tambah gurih kuahnya. Oya biasanya emang bikin kuahnya dulu baru burgonya, Biar pas burgo beres semua tinggal pindah piring dan tambahin kuah.. Hmm..Nyamm..Nyamm.. 
Kalo orang ga sabar kayak aku sih kadang ga dipotong-potong juga langsung masuk piring aja. Hihi jangan ditiru ya pemirsahh :D
Selamat mencoba yaa.



Siapa yang belum tahu Farmhouse? Aku rasa sudah banyak orang tahu tempat wisata yang baru dibuka awal Desember 2015 lalu ini. Apalagi orang Bandung, dipastikan lebih dari 90% warganya sudah pada tahu tempat wisata menarik ini. Enggak bisa dipastiin sih, karna ga survei secara langsung. Hihi.. Hanya saja, saat bertanya pada teman-teman di Bandung tempat apa yang wajib saya kunjungi saat ke Bandung, mereka semua mengusulkan Farmhouse ini. Jelas penasaran doongg.. Apalagi lokasinya ga begitu jauh.
Ya, Farmhouse beralamat di Jalan Raya Lembang no. 108. Adikku yang masih kuliah di UPI pun mengajak saya kesana. Kita, tinggal manjat dikit! (Ini lebay :p)

Dari informasi mbah Gugel, Farmhouse ini mulai buka jam 9 pagi. Jam 7 pagi kita sudah keluar rumah. Kok pagi banget? Maklum, kita perginya dari ciwastra. Dijemput sama om Agung baik hati yang mau mengantarkan kami keliling seharian itu.
Ringkasnya, Jam 9 kurang sedikit kita udah berada di depan Farmhouse yang ternyata belum membuka gerbangnya untuk menyambut kedatangan kami, turis interlokal ini. Hehe.. Kami menepikan mobil di pinggir jalan, dan beberapa saat kemudian Gerbang dibuka. Sayangnya saat giliran mobil kami mau belok masuk lokasi yang letaknya -kalo dari jalan Setiabudi- di kanan jalan itu, pak polisi menutup jalan. Mulai macet, Boss!

Kami harus memajukan mobil sekitar 20 meter hingga akhirnya bisa memutar balik ke jalur kanan. Rasanya lega saat sudah bisa putar balik ga terlalu jauh dari lokasi. Masalahnya, jalur dari arah atas pun sudah mulai padat.
Jalan Raya Lembang ini hanya ada 2 jalur biasa yang tidak lebar. Jika jalur kiri antri untuk belok kanan masuk ke lokasi Farmhouse, maka jalanan akan sangat tersendat. Harus ada petugas yang mengatur agar lalu lintas tetap jalan walaupun tidak lancar. Hehe.. Ya seperti yg saya sebutkan tadi, pengemudi dari arah Jalan Setiabudi harus jalan terus ke atas dan mengupayakan untuk putar arah, masuk ke jalur sebelah kanan. Jadi, kalo mau masuk lokasi Farmhouse tinggal belok kiri. Karena kalo semua antri dari arah Jalan Setiabudi, akan menghalangi jalur yg turun dari arah lembang, dan itu akan menyebabkan macet parah.

Dan sekarang kita antri lagi untuk menukarkan tiket masuk dengan sosis bakar atau susu murni. Oiya, belum kasih tau Harga Tiket Masuk - nya yaa.. Untuk masuk ke Farmhouse dikenakan HTM senilai Rp 20.000,- per orang. Biaya parkir Rp 10.000,- untuk mobil, dan Rp 5.000,- untuk motor.
Jangan lupa tukar tiket masuknya dengan sosis bakar atau susu murni. Apa sebelumnya ada yang ngebatin HTM nya mahal? Jadi, ga mahal dong yaa.. Worth it banget menurut aku. Sosisnya, kalo orang Jawa Timur bilang, ginuk-ginuk. Dan susu murninya segar dengan kemasan yang oke banget. Dua-duanya enak! Anakku yang 2 tahun ini kebagian sosis jatah bundanya dan susu murni jatah ayahnya. Wuihh, enak banget sihh afiyahkuu. Hihi.. Oiya, kemarin afiyah ga kena biaya masuk lohh.. Aku ga nanya sih yang kena HTM mulai usia berapa. Emang biasanya di tempat wisata begini anak 2 tahun masih belum dikenakan biaya sih yaa..
Farmhouse buka dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam saat weekdays, dan saat weekend buka jam 9 pagi sampai jam 11 malam.
Susu Lembang Farmhouse
Sudah dapat sosis dan susunya? Saatnya berkeliling..
Kami mulai masuk ke jalan setapak yang di depannya ada tanda masuk bertulis "IN". Bagian kiri jalan setapak ini dibatasi dengan akar-akar pohon tua yang disusun rapi sesuai jalur jalan, ini menarik sekali menurutku. Bagus sebagai background untuk berfoto. Di sepanjang jalan ini terdapat banyak kursi untuk duduk. Ayah dan fiyah bisa duduk dulu sambil nungguin bundanya foto-foto. Hehe..

Sampai di sudut jalan terdapat bangunan dengan desain mini yang akan menarik kamu untuk berhenti sejenak dan berpose. Namanya "Peony & Pine". Disini kamu bisa membeli souvenir-souvenir cantik yang dijual. Sayang di dalam ruangan tidak boleh difoto. Karena ga boleh difoto kami tidak masuk kedalamnya. Sssstt, ternyata di belakang bangunan ini terdapat jembatan cinta yang kayak di korea itu lohh.. Nyesel deh ga masuk :(
Aunty Ica & Om Agung di depan Peony & Pine
Melanjutkan perjalanan, terdapat bangunan klasik yang digunakan sebagai tempat menjual souvenir juga. Tentu saja ruangannya jauh lebih luas dari rumah mini sebelumnya, dan tetap tidak boleh mengambil gambar. Aku kan orangnya, kadang-kadang, taat aturan. Liat gambar no camera, langsung bete, eh salah, langsung power off-in kamera. Hihi..
Bangunan-bangunan disini didisain ala eropa klasik yang sangat terasa. Selain tempat menjual souvenir, bangunan klasik lainnya merupakan cafe dan restauran dengan interior masing-masing yang tentu saja menarik. Semuanya bagus.
Suasana Farmhouse Susu Lembang
Pemandangan dari Farmhouse
Capture by Ica

Bangunan ruang informasi
Air terjun mini di Farmhouse
Sudah tahu kan kalo Farmhouse terkenal dengan rumah Hobit-nya? Kami ga mau ketinggalan untuk foto di depannya. Dan antrian disini sudah panjang! Sambil nunggu tour guide kami -om agung & onty ica- antri, ayah dan afiyah main dengan kelinci yang ada di area petting zoo. Kelincinya besar-besar, mungkin namanya kelinci anggora kali yah.. Karena bulunya tebal kayak kucing anggora. Ups, saya ga tahu jenis-jenis kelinci :D
Sayangnya pas mau difoto, kelincinya diambil mau dimandiin katanya. oiya, di Farmhouse ini ada beberapa burung cantik juga loh.. Ada juga beberapa domba yang bisa kamu kasih makan langsung. Awas loh, jangan kasih jajan sembarangan yaa! Coba aja minta makanannya sama penjaga.

Foto di depan rumah Hobit. Capture by Agung

Oiya, ada Juice Bar bernama "Bright On" yang lantai atasnya tempat penyewaan kostum ala eropa kuno. Harga sewa bajunya Rp 75.000,-. Dipinjemin payung atau keranjang yang isinya bunga tulip artifisial. Lucu deh..
Pengunjung yang menyewa kostum untuk berfoto
Seru ya main ke Farmhouse Susu Lembang. Semua sudut bagus untuk kamu foto selfie. Beneran deh! Kalo aku liat dari foto orang yang lebih dulu datang ke sini, sepertinya disain tempat wisata ini belum final. Buktinya, dari beberapa foto teman yang sudah kesini sebelumnya ada beberapa hal yang berubah. seperti lapangan dan tanaman-tanaman yang sekarang sudah di pagar dan rusa yang sebelumnya berada di atas gedung depan sekarang berada di atas rumah hobit. Dan ada beberapa bangunan yang masih dalam proses pembuatan.

Untuk parkirnya, jangan khawatir. Parkirannya cukup luas kok. Cukup untuk menampung beberapa bus pariwisata dan puluhan -mungkin hingga seratusan- mobil dan motor. Di pinggir jalan sekitar Farmhouse banyak orang menawarkan parkir loh.. Mungkin karena tempat wisata ini masih penuh diserbu wisatawan sehingga jalanan macet dan dimanfaatkan warga untuk menyewakan sedikit lahannya untuk parkir. "Mending parkir sini aja deh, daripada lama di mobil. Tinggal jalan dikit", mungkin begitu pikir mereka.
Sebagian lahan parkir Farmhouse
Bandung itu hari biasa aja udah penuh dimana-mana, apalagi weekend. Apalagii long weekend atau masa liburan. Jadi kalo mau ke tempat wisata perginya dari pagi. Tempat wisata buka, kita udah ready depan gerbang. Kalo pulangnya juga ga mau kena macet, jangan terlalu lama di lokasi. Kalo dari pagi sampe sore, duh, adek lelah Bang. Hihi.. Jadi, waktu pulang pun nyantai, karena ga kena arus wisatawan pulang dan jalur macet masih yang menuju tempat wisata. So, bubye macet!!

Selamat berlibur..
Photo source : Pexels. Edited by inerossylien.

Assalammualaikum, sahabat jiwaku..
Hari ini tanggal 12 Februari, tanggal kelahiranmu. Selamat ulang tahun sayang..

Pagi ini tak ada yang istimewa menyambut ulang tahunmu. Tak pernah ada lilin khusus di hari istemewa kita. Karena kita tahu tak perlu ada asap lilin untuk menyampaikan do'a kita pada Sang Maha mengetahui do'a.
Aku pun tak menyiapkan kado untukmu. maaf, dihari kelahiranmu aku tak menyiapkan apapun. Aku merasa, hari ini malah mendapat kado teristimewa. Aku bersyukur sekali mempunyai kamu sebagai suamiku.

Suamiku, aku mencintaimu. Dibalik ego yang masih belum terkendali ini, kamu harus tahu, aku mencintaimu sepenuh hati. Kamu yang teristimewa, suami yang sangat bertanggungjawab atas perannya. Suami yang begitu lembut hatinya. Suami yang yang sangat tegar pendiriannya.
Kamu telah menjadi ayah yang baik bagi anak kita. Kamu begitu menyayangi aku dan anakmu. Perhatianmu begitu nyata. Ketulusan hatimu begitu terasa. Sehingga terkadang membuatku takut untuk kehilangan semua itu.

Sayang, terima kasih tak terhingga karena telah memilihku sebagai pendamping hidupmu. Terima kasih telah menjagaku dan melindungiku setiap waktu. Terima kasih telah menjadi imam yang baik bagi aku dan anakmu. Terima kasih sudah menjadi Super Daddy kami. Ayah yang kocak yang selalu membawa tawa di rumah tangga kita.
Kamu selalu menjadikan aku bidadarimu dan memperlakukanku layaknya putri. Banyak hal sudah kau perjuangkan untukku.

Do'a terbaik selalu untukmu sayang.. Semoga ayah selalu dilindungi Allah. Selalu diberkahi di setiap langkah ayah. Semoga ayah selalu bahagia bersama bunda dan afiyah.
Bunda dan afiyah sayang banget sma ayah.. Pahlawan kami! Imam kami menuju Surga Allah.

Barakallahu fii umrik, Kekasihku..
Jadilah seperti padi yang kian berisi kian merunduk. Semakin tinggi ilmunya, semakin rendah hatinya. Semakin bermanfaat untuk orang, semakin sederhana sikapnya. 
Begitu berat beban seorang ayah, namun yakinlah ada pahala di setiap langkahmu dalam menjalankan tugas sebagai ayah. Semoga keluarga kita dirahmati Allah dunia-akhirat. Aamiin.



Location : Jl. Braga Bandung. Capture by @icarossalina..

Kala pertama tak kusuka.. Aku sungguh merindukan ia yang lalu. Yang terbayang hanya semua yang dulu. Selalu membandingkan kamu dan ia yang lebih dulu mengisi hariku. Hatiku hancur. Sering kudapati diriku beranjak, ingin melarikan diri darimu. Namun tak ku lakukan..

Aku mereda. Mengalah pada takdir yang kupunya. Dengan malas kaki ini melangkah, terserah pada takdir yang kan tiba. Aku tak peduli.

Memang benar cinta bisa datang karena terbiasa. Nyatanya, tak kusadari aku mulai menyanjung waktu pagi mu. Aku ingat sekali setiap pagi merasa bahagia dan bersyukur dengan udara sejuk yang menyapa kulitku. Aku ingat saat berjalan dibawah payungku dengan senyuman menyambut rintik hujan. Setiap sore kulalui dengan doa dan syukur. Hal yang tak pernah kulakukan sebelumnya. Aku tau, aku sedang jatuh cinta.. Aku mulai mencintaimu bahkan menggila karenamu.
Tak malu ku teriakkan pada semua orang tentang cintaku padamu. Ya, kau pernah mendengarnya. Mereka pernah mendengarnya. Bahkan sering.

Lalu takdir memaksaku menjauh darimu. Tentu saja rindu selalu meluap untuk dibendung. Memaksa janji untuk selalu kembali.
Tapi, kau tau? Kali ini aku tak kecewa. Karena aku tau kaulah tempat dimana aku akan kembali.
Kini kaulah tempatku merindu. Rindu yang selalu membuncah hingga tak mau menepi. Semua kenanganku ada padamu. Dimana cinta dan perjuangan telah terukir. Kuyakinkan sendiri, aku akan kembali padamu. Tunggu aku..


*untuk Bandung yang selalu ku rindu...
Akuuu rinduuuuu... Akuu rinnduuu Bandungkuuu 😣😣
Take me home!!
*untuk Bapak Ridwan Kamil yang tiada duanya. Terimakasih sudah membuat Bandungku jadi tambah ngangeninnn πŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’š nitip jalan rayanya juga ya pak.. Semakin banyak tempat kece.. Smakin banyak tamu. Semakin bandung penuh 😁Biar tetap sll bisa bersyukur disetiap jalan bandung..

Opor ayam

Yang paling seru kalo masak sama afiyah itu, dia suka sebutin semua bahan yang ada di depannya. Tapi kadang kalo dikeluarin semua bahan sampe berserakan, udah ga lucu lagi. Hahaha
Oya di rumah udah kebiasaan kalo masak ayam semua kulit dan lemaknya dibuang. Bahkan bikin ayam goreng tepung pun tetap kulit ayamnya harus dibuang dulu. Biar sedikit ngurangin lemak ajaa..Menghindari kolesterol. Kecuali bagian yang emang susah dibuang kulitnya kayak di ujung paha ayam sama di sayap. Hihi
Btw, kalo aku sering beli ayam bagian paha. Soalnya daging yang dekat dengan tulang itu lebih gurih dan empuk. Kalo dada ayam dagingnya lebih tebel kann.. Nah, kadang dagingnya itu berasa seret dimakan apalagi kalo ayam goreng. Nanti afiyah susah makannya..Hehe
Dan bagian yang paling aku suka adalahhh sayap ayam! Siapa yang suka sayap juga angkat tangannyaaa.. :D

Hihihi.. Ok ga penting! Mari kita catat aja resep Opor ayam-nya. Seperti biasa resep praktis, santannya pake yang instan. Hehehe ;)

Bahan :
1/2 kg ayam, potong 6
1 buah jeruk nipis
1 cm lengkuas, memarkan
1 cm jahe, memarkan
1 batang serai, memarkan
2 lembar daun salam
2 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt gula merah, sisir
500 ml air
3 bks santan kara 60 ml (kalo ga suka terlalu kental pake 2 bungkus aja)
2 sdm minyak untuk menumis

Haluskan :
7 butir bawang merah
2 siung bawang putih
2 butir kemiri, sangrai
1 sdt ketumbar, sangrai
2 cm kunyit, bakar
sejumput jinten (dikit aja)

Langkah :
  • Cuci ayam dan lumuri dengan air jeruk nipis.
  • Tumis bumbu halus,  lengkuas, jahe, daun salam, dan serai. Masak hingga harum.
  • Masukkan ayam, aduk lagi sebentar. Tuangkan air dan 3 bungkus santan kara. Aduk rata. Masak hingga ayam matang. 
  • Tambahkan garam, merica, dan gula merah. Aduk hingga bumbu tercampur. 
  • Jika sudah pas rasanya baru matikan kompor.
Bisa disajikan dengan taburan bawang goreng. Dirumah lagi kosong. Hihi

Selamat makan opor..

author
Ine Rossy Lien
Summer itu identik dengan hari cerah dimana kita bisa melakukan banyak hal menyenangkan. So, Young Mommy in Summer itu maksudnya ibu muda yang suka melakukan hal yang menyenangkan. Emang siapa yang ga suka melakukan hal yg menyenangkan? Hihi.. Ini merupakan personal blog yang berisi kegiatan-ku, ditambah sedikit passion dan opini akan sesuatu. After all.. Hope u enjoy my Blog :)